Kudisini memegang batin
Berdiri bergandeng resah
Cinta bodoh hinggap dengan rutin
Meski tlah kututup susah payah
Tak terhitung puisi di hari kemarin
Meski akan berakhir dan punah
Tetap pada cinta tiada lain
Meski kan mati bila cinta memanah
Seperti hanya sebuah lilin
Yang tetap menerangi meski tau akan musnah
karya : salah seorang teman (jarene)
seperti postingan sebelumnya tentang kamu
cuma satu kata MAAF
gatau kamu bakal maaf in atau engga , mohon dimaafkan yaa , teman :)


0 comments:
Post a Comment